Kupang, RakyatTIMOR.ID – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena menegaskan bahwa peran perguruan tinggi tidak boleh berhenti di ruang kelas.
Kampus harus mampu hadir melalui ilmu pengetahuan, riset, inovasi, dan aksi nyata untuk menjawab berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Gubernur Melki saat menghadiri Dies Natalis Universitas Nusa Cendana (UNDANA) ke-64 sekaligus Wisuda Doktor, Magister, Profesi dan Sarjana Periode Ketiga Tahun 2026 di Gedung Grha UNDANA, Selasa (1/9/2026).
Gubernur Melki mengapresiasi perjalanan 64 tahun UNDANA yang menurutnya tidak dapat dipisahkan dari perjalanan pembangunan NTT.
Selama lebih dari enam dekade, UNDANA telah melahirkan sumber daya manusia yang berkontribusi bagi pembangunan daerah dan bangsa. Para lulusan UNDANA telah berkiprah sebagai guru, tenaga kesehatan, birokrat, peneliti, profesional, pengusaha hingga pemimpin masyarakat.
“UNDANA bukan hanya sebuah institusi pendidikan tinggi di Kota Kupang, tetapi merupakan salah satu rumah intelektual NTT yang mempunyai tanggung jawab moral untuk membaca persoalan daerah, mengembangkan pengetahuan, dan menghadirkan solusi bagi masyarakat,” ujar Gubernur Melki.
UNDANA Didorong jadi World Class University yang Tetap Berakar di NTT
Menurut Gubernur Melki, posisi strategis UNDANA harus terus diperkuat sejalan dengan cita-cita universitas untuk menjadi “World Class, Locally Relevant University.”
Ia menilai, ambisi menjadi universitas berkelas dunia perlu didukung dengan penguatan mutu akademik, penelitian, inovasi, jejaring internasional serta kualitas lulusan.
Namun, orientasi global tersebut harus tetap berpijak pada kebutuhan masyarakat NTT.
“Universitas boleh menjulang tinggi, tetapi harus tetap memiliki akar yang kuat. Dan akar UNDANA adalah Flobamorata, masyarakat NTT dengan seluruh persoalan, kekayaan, tantangan, dan harapannya,” tegasnya.
Gubernur Melki menekankan bahwa reputasi internasional dan relevansi lokal bukan dua hal yang harus dipertentangkan. Keduanya justru perlu berjalan beriringan agar ilmu pengetahuan yang dikembangkan kampus memberikan dampak langsung bagi masyarakat.
Gubernur Apresiasi Respons UNDANA Tangani Gempa Flores
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Melki secara khusus memberikan apresiasi terhadap respons cepat UNDANA dalam menghadapi gempa bumi Flores yang terjadi pada 15 Agustus 2026.
Saat bencana melanda, UNDANA tidak hanya menjadi penonton. Civitas akademika bergerak dengan menerjunkan tim kemanusiaan ke sejumlah wilayah terdampak.
Kampus juga membangun posko darurat, menghadirkan pelayanan kesehatan, menggerakkan relawan serta menyalurkan bantuan logistik yang turut didukung Dharma Wanita Persatuan UNDANA.
“Ketika bencana terjadi dan masyarakat membutuhkan pertolongan, UNDANA tidak memilih untuk berdiri sebagai penonton. Kampus bergerak cepat,” ungkap Gubernur Melki.
Menurutnya, respons tersebut menunjukkan bahwa perguruan tinggi memiliki posisi strategis dalam situasi krisis.
Ilmu pengetahuan, kata dia, tidak harus menunggu kondisi kembali normal untuk memberikan manfaat. Justru ketika masyarakat berada dalam kondisi paling membutuhkan, keberadaan kampus harus mampu memberikan solusi.
“Justru dalam situasi krisis, keberadaan kampus diuji: apakah pengetahuan yang dimiliki dapat hadir untuk meringankan penderitaan masyarakat,” katanya.
Mahasiswa Belajar dari Pengalaman di Lokasi Bencana
Gubernur Melki juga mengapresiasi keterlibatan mahasiswa UNDANA yang turun langsung membantu masyarakat terdampak gempa.
Menurutnya, keterlibatan tersebut memberikan pengalaman pembelajaran yang sangat berharga bagi mahasiswa.
Di lapangan, mahasiswa dapat melihat secara langsung bagaimana masyarakat menghadapi kehilangan, bertahan dalam keterbatasan serta membangun solidaritas dalam situasi sulit.
“Di lapangan, ilmu bertemu dengan kenyataan, dan pendidikan bertemu dengan kemanusiaan,” ujar Gubernur Melki.
Ia berharap pengalaman tersebut menjadi momentum bagi UNDANA untuk semakin memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam pembangunan NTT.
Riset UNDANA Diminta Fokus pada Persoalan Masyarakat
Gubernur Melki mendorong agar penelitian dan inovasi yang dikembangkan UNDANA semakin diarahkan pada kebutuhan nyata masyarakat.
Sejumlah bidang yang dinilai strategis antara lain mitigasi bencana, pembangunan gedung tahan gempa, kesehatan dan pemulihan pascabencana, ketahanan pangan, air, lingkungan, perubahan iklim, ekonomi lokal, pendidikan, serta pengembangan wilayah kepulauan dan perbatasan.
Menurutnya, persoalan pembangunan NTT membutuhkan kolaborasi berbagai pihak.
“Pemerintah tidak mungkin bekerja sendiri. Pemerintah membutuhkan perguruan tinggi sebagai mitra pengetahuan, sementara perguruan tinggi membutuhkan persoalan nyata masyarakat sebagai ruang untuk menguji dan mengembangkan ilmunya,” jelasnya.
Karena itu, Gubernur Melki mengajak pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha dan masyarakat memperkuat kolaborasi dalam membangun NTT berbasis pengetahuan, inovasi, kemanusiaan dan keberpihakan kepada masyarakat.
Pesan Gubernur Melki kepada 1.872 Wisudawan
Di hadapan para wisudawan dan wisudawati, Gubernur Melki menyampaikan ucapan selamat atas keberhasilan menyelesaikan pendidikan.
Namun, ia mengingatkan bahwa gelar akademik bukanlah tujuan akhir dari pendidikan.
“Gunakan gelar Saudara bukan hanya untuk mencari tempat di dunia, tetapi untuk menemukan cara memberi tempat bagi orang lain agar dapat tumbuh dan maju bersama,” pesannya.
Gubernur mendorong para lulusan UNDANA untuk berani bermimpi besar dan bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
Meski demikian, para lulusan diminta tetap mengingat daerah asal dan memiliki tanggung jawab sosial untuk memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Bawalah ilmu Saudara sejauh mungkin. Jangan takut bermimpi besar dan bersaing di tingkat nasional maupun internasional. Tetapi jangan pernah kehilangan akar,” katanya.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan tidak semata-mata diukur dari gelar yang diperoleh, tetapi dari seberapa besar ilmu dan keahlian yang dimiliki mampu memberikan manfaat bagi kehidupan orang lain.
“Jika kelak Saudara menjadi dokter, guru, insinyur, birokrat, pengusaha, akademisi, peneliti, atau profesional, jadilah manusia yang mampu menggunakan keahliannya untuk membuat kehidupan orang lain menjadi lebih baik,” pesan Gubernur Melki.
Wisuda UNDANA Periode III Diikuti 1.872 Lulusan
Kegiatan Dies Natalis ke-64 dan Wisuda UNDANA tersebut turut dihadiri Dirjen Riset dan Pengembangan Kemendiktisaintek RI Mohammad Fauzan Adziman, Rektor UNDANA Jefry Bale beserta jajaran, Kepala LLDIKTI Wilayah XV Adrianus Amheka, serta unsur Forkopimda Provinsi NTT.
Wisuda Universitas Nusa Cendana Periode Ketiga Tahun 2026 dilaksanakan dalam dua sesi dengan total 1.872 wisudawan dan wisudawati.
Momentum tersebut menjadi bagian penting perjalanan UNDANA dalam mencetak sumber daya manusia sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi sebagai pusat pendidikan, penelitian dan pengabdian yang relevan dengan kebutuhan masyarakat NTT. (*/rnc)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatTimor.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
