Kefamenanu, RakyatTIMOR.ID – Universitas Nusa Cendana (Undana) mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT), beralih dari pencatatan keuangan manual menuju tata kelola keuangan berbasis digital.
Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk “Implementasi Aplikasi SIAPIK Berbasis SAK EMKM untuk Pelaku UMKM di Kabupaten Timor Tengah Utara” yang berlangsung di Kefamenanu pada 22–24 Agustus 2026.
Kegiatan yang menjadi bagian dari program “Undana Berdampak” tersebut memberikan pelatihan sekaligus pendampingan praktis kepada pelaku UMKM agar mampu mengelola transaksi dan menyusun laporan keuangan secara lebih tertib, transparan, dan profesional.
Undana Ajarkan UMKM Gunakan Aplikasi SIAPIK
Tim PkM Undana diketuai Dr. Jacob Abolla Daka, S.Pd., MM., dosen sekaligus pengelola Program Studi Pendidikan Ekonomi FKIP Undana.
Ia didampingi sejumlah dosen, yakni Dr. Ir. Frans J. Likadja, ST, MM., Monica B. Abolla, S.Pd., M.Pd., Eka Buang Sandy Kalla, S.Pd., M.Si., serta Drs. Soleman Dapa Taka, M.Si. Kegiatan tersebut juga melibatkan dua mahasiswa, Margaret A.Y. Sooai dan Cinta N. Ledoh.
Selama tiga hari, peserta tidak hanya memperoleh materi mengenai pengelolaan keuangan, tetapi juga langsung mempraktikkan penggunaan Sistem Informasi Aplikasi Pencatatan Informasi Keuangan (SIAPIK).
Penggunaan SIAPIK dalam kegiatan tersebut dipadukan dengan prinsip Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro, Kecil, dan Menengah (SAK EMKM).
Beberapa materi utama yang diberikan meliputi pencatatan transaksi harian, pemisahan keuangan usaha dan pribadi, hingga penyusunan laporan laba rugi berdasarkan data transaksi.
“Salah satu persoalan UMKM adalah pencatatan keuangan yang belum tertib. Kami ingin peserta tidak berhenti pada teori, tetapi mampu mempraktikkan SIAPIK dalam kegiatan usaha sehari-hari agar memiliki kebiasaan baru dalam mengelola keuangan berbasis data,” ujar Dr. Jacob Abolla Daka.
Pelaku UMKM Mulai Pahami Pentingnya Pencatatan Keuangan
Pendampingan tersebut memberikan pengalaman baru bagi sejumlah peserta UMKM yang sebelumnya masih mengandalkan pencatatan sederhana.
Salah satu peserta, Gradiana Oematan, mengaku mulai memahami pentingnya mencatat setiap pemasukan dan pengeluaran usaha secara teratur.
“Sebelumnya kami hanya berpikir cara menjual produk. Setelah ikut kegiatan ini, kami paham pemasukan dan pengeluaran harus dicatat teratur. SIAPIK sangat membantu kami memisahkan keuangan usaha dan pribadi,” ungkap Gradiana.
Hal serupa disampaikan peserta lainnya, Didimus Tanone.
Melalui pelatihan tersebut, pelaku UMKM diharapkan tidak lagi hanya berfokus pada aktivitas produksi dan penjualan, tetapi juga mampu mengetahui kondisi keuangan usaha secara nyata.
SIAPIK jadi Fondasi UMKM Naik Kelas
Tim PkM Undana menilai pencatatan keuangan yang tertib menjadi salah satu fondasi penting bagi keberlanjutan UMKM.
Selama ini, sebagian pelaku usaha masih mencampurkan uang pribadi dengan modal maupun pendapatan usaha. Kondisi tersebut membuat pelaku usaha kesulitan mengetahui secara pasti apakah bisnis mereka memperoleh keuntungan atau justru mengalami kerugian.
Keterbatasan laporan keuangan juga dapat menjadi kendala ketika pelaku UMKM ingin melakukan pengembangan usaha maupun mengakses pembiayaan dari lembaga keuangan.
Karena itu, penerapan SIAPIK berbasis SAK EMKM diharapkan dapat membantu pelaku UMKM membangun sistem pengelolaan keuangan yang lebih sistematis.
Dengan data keuangan yang tersusun secara rapi, pelaku usaha dapat melakukan evaluasi bisnis, menyusun perencanaan investasi, sekaligus mempersiapkan kebutuhan administrasi ketika hendak mengembangkan usaha.
Undana Dorong Transformasi Digital UMKM di TTU
Program pendampingan tersebut tidak hanya diarahkan pada kemampuan menggunakan aplikasi, tetapi juga mendorong perubahan kebiasaan dalam mengelola usaha.
Pelaku UMKM diharapkan mulai meninggalkan pola pencatatan berdasarkan ingatan atau pembukuan sederhana dan beralih pada sistem pencatatan digital yang berbasis data.
Penguasaan SIAPIK juga diharapkan membuat pelaku UMKM di Kefamenanu semakin mandiri dalam menyusun laporan keuangan yang akurat, transparan, dan akuntabel.
Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari kontribusi Undana dalam memperkuat kapasitas pelaku usaha lokal agar mampu berkembang dan naik kelas.
Melalui kolaborasi dosen, mahasiswa, dan pelaku UMKM, program Undana Berdampak diharapkan tidak berhenti pada kegiatan pelatihan, tetapi menghasilkan perubahan nyata dalam tata kelola usaha masyarakat di Kabupaten TTU. (*/rt1)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatTimor.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
