Tangis Haru Warnai Peresmian Jembatan Merah Putih di Takari, Kapolda NTT: Ini Pengabdian untuk Masyarakat

warga takari
Tangis haru pecah di tengah masyarakat saat Kapolda NTT Irjen Pol Dr. Rudi Darmoko meresmikan Jembatan Merah Putih di Kampung Bestobe, Desa Benu, Kecamatan Takari, Kabupaten Kupang, Selasa (7/7/2026). (Foto: Ist)
  • Bagikan

Oelamasi, RakyatTIMOR.ID – Tangis haru pecah di tengah masyarakat saat Kapolda NTT Irjen Pol Dr. Rudi Darmoko meresmikan Jembatan Merah Putih di Kampung Bestobe, Desa Benu, Kecamatan Takari, Kabupaten Kupang, Selasa (7/7/2026).

Kehadiran jembatan yang dibangun personel Satbrimob Polda NTT itu menjadi jawaban atas penantian panjang warga yang selama bertahun-tahun kesulitan melintasi sungai, terutama saat musim hujan.

Baca Juga:
Perindo Kota Kupang Dipimpin Ade Manafe, Target Satu Fraksi di DPRD

Bagi masyarakat Desa Benu, Jembatan Merah Putih bukan sekadar infrastruktur penghubung dua wilayah. Jembatan tersebut menjadi simbol harapan baru yang membuka akses pendidikan, pelayanan kesehatan, hingga aktivitas ekonomi masyarakat.

Selama ini, warga harus mempertaruhkan keselamatan saat menyeberangi sungai yang memisahkan Kampung Bestobe dengan Kelurahan Takari. Ketika debit air meningkat, akses menuju pusat pelayanan praktis terputus.

Akibatnya, anak-anak kesulitan berangkat ke sekolah, hasil pertanian terlambat dipasarkan, bahkan warga yang membutuhkan pertolongan medis harus menunggu air sungai surut.

Kini kondisi tersebut berubah setelah personel Satuan Brimob Polda NTT bersama masyarakat berhasil menyelesaikan pembangunan Jembatan Merah Putih dalam waktu sekitar satu bulan.

Warga: Jembatan Ini Mengubah Kehidupan Kami

Perwakilan masyarakat Kampung Bestobe, Yakop Taloim, mengaku tak mampu menyembunyikan rasa syukur atas perhatian yang diberikan Kapolda NTT beserta jajaran.

Ia mengatakan, sebelum jembatan dibangun, aktivitas masyarakat sangat terbatas dan penuh risiko.

“Kami warga Kampung Bestobe menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Kapolda beserta seluruh jajaran,” ujarnya.

Menurut Yakop, kehadiran jembatan telah membawa perubahan besar bagi kehidupan masyarakat. Anak-anak kini lebih mudah menuju sekolah, hasil kebun dapat diangkut ke pasar dengan aman, dan warga yang sakit lebih cepat memperoleh pelayanan kesehatan.

Ia menilai bantuan tersebut menjadi bukti nyata bahwa Polri hadir hingga ke pelosok desa, tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga membantu menjawab kebutuhan masyarakat.

“Kami tidak memiliki apa-apa untuk membalas semua kebaikan ini. Hanya doa yang bisa kami panjatkan semoga Tuhan membalas segala pengorbanan dan kerja keras Bapak Kapolda beserta seluruh anggota. Semoga Polda NTT semakin dicintai masyarakat dan selalu diberikan keberhasilan dalam menjalankan tugas,” tuturnya.

Kapolda NTT: Kebahagiaan Warga adalah Kebahagiaan Kami

Kapolda NTT Irjen Pol Dr. Rudi Darmoko mengungkapkan rasa syukur karena pembangunan jembatan dapat diselesaikan berkat kerja sama personel Satbrimob Polda NTT dan masyarakat.

Ia menjelaskan, sebelum jembatan dibangun, warga menghadapi berbagai kesulitan akibat tidak adanya akses penyeberangan yang aman.

“Bahkan kami mendapat informasi pernah ada warga yang menjadi korban ketika sungai meluap saat banjir,” ungkapnya.

Kapolda mengaku terharu melihat respons masyarakat yang menyambut kehadiran jembatan dengan penuh rasa syukur.

“Tadi banyak bapak dan ibu yang menangis karena merasa sangat terbantu. Bagi kami, inilah makna pengabdian Polri. Apa yang kami lakukan semata-mata untuk masyarakat. Semoga jembatan ini benar-benar membawa manfaat bagi kehidupan warga,” katanya.

Dorong Akses Air Bersih untuk Masyarakat

Selain meresmikan jembatan, Kapolda juga menerima aspirasi masyarakat terkait kebutuhan air bersih melalui pembangunan sumur bor.

Ia memastikan pihaknya akan berupaya membantu merealisasikan kebutuhan tersebut dengan terlebih dahulu mencari lokasi yang sesuai.

“Kami berharap jembatan ini dirawat dengan baik karena manfaatnya akan dirasakan oleh anak cucu kita nanti. Tadi masyarakat juga menyampaikan kebutuhan air bersih melalui pembangunan sumur bor. Insya Allah kami akan mencari lokasi yang tepat dan berupaya membantu mewujudkannya sehingga masyarakat dapat memperoleh akses air bersih yang lebih baik,” ujarnya.

Wujud Pengabdian Polri di Hari Bhayangkara ke-80

Peresmian Jembatan Merah Putih menjadi salah satu rangkaian pengabdian dalam memperingati Hari Bhayangkara ke-80.

Pembangunan tersebut menunjukkan bahwa kehadiran Polri tidak hanya diwujudkan melalui tugas menjaga keamanan dan penegakan hukum, tetapi juga melalui aksi nyata yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Kini, Jembatan Merah Putih berdiri sebagai simbol kepedulian, semangat gotong royong, dan harapan baru bagi masyarakat Kampung Bestobe untuk menjalani kehidupan yang lebih aman, produktif, dan sejahtera. (*/rt1)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatTimor.ID

+ Gabung

  • Bagikan
Exit mobile version