Jakarta, RakyatTIMOR.ID – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih berada dalam fase konsolidasi pada awal perdagangan Juni 2026.
Sejumlah sentimen ekonomi domestik dan perkembangan geopolitik global diprediksi menjadi faktor utama yang memengaruhi arah pasar saham Indonesia dalam beberapa hari ke depan.
Head of Research MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menilai secara teknikal posisi IHSG masih rentan mengalami tekanan lanjutan meski dalam skala terbatas.
“Untuk besok, kami perkirakan IHSG masih rawan terkoreksi dengan support di level 6.071 dan resist di level 6.161,” ujar Herditya kepada IDX Channel, Senin (1/6/2026).
Pria yang akrab disapa Didit itu menjelaskan bahwa pelaku pasar saat ini tengah mencermati sejumlah indikator ekonomi penting yang berpotensi memengaruhi arus modal dan sentimen investasi.
Menurutnya, perhatian investor akan tertuju pada rilis data inflasi Indonesia serta perkembangan konflik di Timur Tengah yang masih menjadi sumber ketidakpastian di pasar global.
“Kami perkirakan investor akan mencermati rilis data inflasi Indonesia dan juga perkembangan dari konflik di Timur Tengah,” katanya.
Selain itu, pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat juga menjadi perhatian utama. Investor turut menyoroti implementasi tahap awal kebijakan Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA) yang mulai berlaku pada awal Juni.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatTimor.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
