Topik : 

Ambulans Pembawa Jenazah Terjebak Banjir di Malaka, Polres Turun Tangan Evakuasi

banjir malaka
Warga mengevakuasi jenazah setelah mobil ambulans terjebak banjir di Kabupaten Malaka. (Foto: Ist)
  • Bagikan

Betun, RakyatTimor.ID – Sebuah ambulans yang mengangkut jenazah terjebak banjir saat dalam perjalanan menuju rumah duka di Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (25/4/2026) malam. Peristiwa tersebut berlangsung di tengah hujan deras dan genangan air yang cukup tinggi.

Ambulans diketahui melaju dari arah Desa Bolan menuju wilayah Solo. Namun saat melintasi jalan tergenang air, kendaraan tiba-tiba mengalami kerusakan dan tidak dapat melanjutkan perjalanan.

Polisi Lakukan Evakuasi Cepat di Tengah Banjir

Beruntung, personel Unit Turjawali Polres Malaka yang tengah melakukan patroli rutin segera menemukan kejadian tersebut. Tanpa menunggu lama, petugas langsung melakukan evakuasi jenazah dari ambulans ke mobil patroli.

Proses pemindahan dilakukan secara estafet di tengah hujan deras dengan kondisi jalan yang masih tergenang air cukup tinggi. Kejadian itu berlangsung sekitar pukul 21.50 WITA dengan penuh kehati-hatian.

Jenazah Diantar ke Rumah Duka dengan Mobil Patroli

Kapolres Malaka, AKBP Riki Ganjar Gumilar, menjelaskan bahwa setelah proses evakuasi, jenazah kemudian diantar menggunakan mobil patroli hingga tiba dengan selamat di rumah duka.

“Jenazah berhasil kami evakuasi dan kami antar sampai ke rumah duka dengan selamat. Ini adalah bentuk pelayanan kami kepada masyarakat, terutama dalam situasi darurat seperti ini,” ujarnya, Senin (27/4/2026).

Baca Juga:
Guru dan Pegawai Ikut jadi Korban Keracunan MBG di TTS, Dinkes Lakukan Uji Sampel Makanan

Sejumlah Wilayah Malaka Terdampak Banjir

Sebelumnya, Polres Malaka telah melakukan pemantauan intensif di sejumlah titik rawan banjir akibat curah hujan tinggi sejak Sabtu.

Di Kecamatan Weliman, genangan air mencapai 50–80 sentimeter, terutama di Desa Farukmodok dan Wederok. Sementara di Kecamatan Malaka Tengah, ketinggian air sekitar 40 sentimeter merendam jalan, pasar, dan permukiman warga di beberapa desa seperti Wehali, Bereliku, Naimana, Fahiluka, dan Umakatahan.

Di Malaka Barat, genangan sekitar 30 sentimeter juga merendam jalan, sekolah, dan rumah warga. Kondisi serupa terjadi di Kecamatan Wewiku, tepatnya di Dusun Laensukaer, Desa Seserai.

Selain banjir, petugas juga menangani pohon tumbang di Desa Rabasa Haerain dengan melibatkan aparat desa setempat.

Polisi Imbau Warga Tetap Waspada

Kapolres Malaka menegaskan seluruh jajaran Polsek telah dikerahkan untuk memantau kondisi dan memberikan bantuan cepat kepada masyarakat terdampak.

Ia juga memastikan bahwa banjir yang terjadi merupakan akibat curah hujan lokal yang tinggi, bukan kiriman dari Sungai Benenain.

“Kami mengimbau masyarakat agar tetap waspada, terutama jika intensitas hujan meningkat. Segera laporkan jika terjadi kondisi darurat,” pungkasnya. (rt1)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatTimor.ID

+ Gabung

  • Bagikan
Exit mobile version