Kisah Haru Elisabeth di TTU: Main Suling Bambu, Dapat Perhatian Bupati hingga Bantuan Pulang ke Papua

elisabeth dan bupati TTU
Elisabeth Degei (14) menangis haru di depan Bupati TTU. (Foto: Dok. Kominfotik TTU)
  • Bagikan

Ayah dan enam adiknya kini masih tinggal di Nabire, Papua. Jarak yang memisahkan membuat komunikasi hanya terjalin melalui telepon dan panggilan video.

Di balik kisah hidup yang penuh tantangan, Elisabeth menyimpan cita-cita mulia. Ia ingin menjadi seorang suster dan mengabdikan diri dalam pelayanan kepada Tuhan dan sesama.

Baca Juga:
Tragis! IRT di TTU Akhiri Hidup di Hutan Oemasi setelah Bertengkar dengan Suami

“Saya ingin menjadi suster,” ujarnya dengan tegas.

Kepala SMP Swasta Mimbar Budhi, Yuventha Theresia Lake, menjelaskan bahwa Elisabeth merupakan salah satu dari tujuh siswa asal Papua yang tinggal di Panti Sosial Susteren OSF di wilayah Biboki Selatan.

Baca Juga:
Pisah Sambut Dandim 1621/TTS Berlangsung Haru, Letkol Gunawan Pamit dan Letkol Ari Siap Lanjutkan Pengabdian

Ia menyebut, selain bermain suling bambu, Elisabeth juga memiliki bakat menyanyi. Namun, setiap tampil, terutama pada momen tertentu seperti Natal, ia kerap terbawa emosi hingga menitikkan air mata.

Sekolah tersebut memberikan pendidikan tanpa pungutan biaya serta menjunjung tinggi nilai inklusivitas tanpa memandang latar belakang.
Kisah Elisabeth menjadi potret nyata semangat tema Hardiknas 2026, “Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua.”

Di tengah keterbatasan, Elisabeth tetap melangkah dengan harapan. Nada suling bambu yang ia mainkan mungkin telah usai, namun kisah perjuangannya terus bergema sebagai inspirasi tentang keteguhan, rindu, dan mimpi yang tak pernah padam. (*/rt1)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatTimor.ID

+ Gabung

  • Bagikan
Exit mobile version