Ayah dan enam adiknya kini masih tinggal di Nabire, Papua. Jarak yang memisahkan membuat komunikasi hanya terjalin melalui telepon dan panggilan video.
Di balik kisah hidup yang penuh tantangan, Elisabeth menyimpan cita-cita mulia. Ia ingin menjadi seorang suster dan mengabdikan diri dalam pelayanan kepada Tuhan dan sesama.
“Saya ingin menjadi suster,” ujarnya dengan tegas.
Kepala SMP Swasta Mimbar Budhi, Yuventha Theresia Lake, menjelaskan bahwa Elisabeth merupakan salah satu dari tujuh siswa asal Papua yang tinggal di Panti Sosial Susteren OSF di wilayah Biboki Selatan.
Ia menyebut, selain bermain suling bambu, Elisabeth juga memiliki bakat menyanyi. Namun, setiap tampil, terutama pada momen tertentu seperti Natal, ia kerap terbawa emosi hingga menitikkan air mata.
Sekolah tersebut memberikan pendidikan tanpa pungutan biaya serta menjunjung tinggi nilai inklusivitas tanpa memandang latar belakang.
Kisah Elisabeth menjadi potret nyata semangat tema Hardiknas 2026, “Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua.”
Di tengah keterbatasan, Elisabeth tetap melangkah dengan harapan. Nada suling bambu yang ia mainkan mungkin telah usai, namun kisah perjuangannya terus bergema sebagai inspirasi tentang keteguhan, rindu, dan mimpi yang tak pernah padam. (*/rt1)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatTimor.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
