Pengamatan pertumbuhan dan intensitas gejala dilakukan secara langsung di lokasi budidaya dengan menggunakan perahu kayu.
Megi mengatakan penelitian tersebut diharapkan menghasilkan rekomendasi teknis yang dapat diterapkan pembudidaya rumput laut.
“Penelitian ini diharapkan memberikan rekomendasi teknis perlakuan awal bibit yang efektif untuk meningkatkan ketahanan rumput laut terhadap ice-ice, sehingga mendukung keberlanjutan usaha budidaya di pesisir NTT,” ujar Megi.
Kolam Terpal jadi Solusi Protein Keluarga di TTS
Inovasi kedua dilakukan melalui program PkM budidaya ikan air tawar di Desa Oinlasi, Kecamatan Mollo Selatan, TTS.
Program yang berlangsung pada 20–24 Juli 2026 tersebut menyasar wilayah yang memiliki tingkat intervensi stunting tinggi di Kabupaten TTS.
Tim dosen FPKP Undana dipimpin Dr. Ade Y. H. Lukas, S.Pi., M.Si., dan Tania Nilakandhi, S.Pi., M.P., bersama tiga dosen serta tiga mahasiswa fasilitator.
Sebanyak 16 orang tua balita penderita stunting mengikuti penyuluhan, proses aklimatisasi ikan dan praktik langsung Cara Budidaya Ikan yang Baik (CBIB).
Teknologi kolam terpal dipilih karena dapat diterapkan pada lahan terbatas, relatif hemat air dan biaya serta memiliki risiko kebocoran yang lebih rendah.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatTimor.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
