“Ketika bencana terjadi dan masyarakat membutuhkan pertolongan, UNDANA tidak memilih untuk berdiri sebagai penonton. Kampus bergerak cepat,” ungkap Gubernur Melki.
Menurutnya, respons tersebut menunjukkan bahwa perguruan tinggi memiliki posisi strategis dalam situasi krisis.
Ilmu pengetahuan, kata dia, tidak harus menunggu kondisi kembali normal untuk memberikan manfaat. Justru ketika masyarakat berada dalam kondisi paling membutuhkan, keberadaan kampus harus mampu memberikan solusi.
“Justru dalam situasi krisis, keberadaan kampus diuji: apakah pengetahuan yang dimiliki dapat hadir untuk meringankan penderitaan masyarakat,” katanya.
Mahasiswa Belajar dari Pengalaman di Lokasi Bencana
Gubernur Melki juga mengapresiasi keterlibatan mahasiswa UNDANA yang turun langsung membantu masyarakat terdampak gempa.
Menurutnya, keterlibatan tersebut memberikan pengalaman pembelajaran yang sangat berharga bagi mahasiswa.
Di lapangan, mahasiswa dapat melihat secara langsung bagaimana masyarakat menghadapi kehilangan, bertahan dalam keterbatasan serta membangun solidaritas dalam situasi sulit.
“Di lapangan, ilmu bertemu dengan kenyataan, dan pendidikan bertemu dengan kemanusiaan,” ujar Gubernur Melki.
Ia berharap pengalaman tersebut menjadi momentum bagi UNDANA untuk semakin memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam pembangunan NTT.
Riset UNDANA Diminta Fokus pada Persoalan Masyarakat
Gubernur Melki mendorong agar penelitian dan inovasi yang dikembangkan UNDANA semakin diarahkan pada kebutuhan nyata masyarakat.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatTimor.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









