“Kami pastikan buku-buku ini benar-benar dimanfaatkan. Isinya beragam, mulai dari pengetahuan umum hingga keterampilan seperti pertanian dan usaha produktif yang bisa langsung diterapkan warga,” jelasnya.
Program ini juga menjadi bagian dari transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial. Perpustakaan tidak lagi sekadar tempat membaca, tetapi menjadi pusat pembelajaran yang berdampak pada peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Dengan kombinasi perpustakaan keliling dan distribusi buku ke desa, Pemkab TTU optimistis mampu mendorong peningkatan literasi secara signifikan. Harapannya, budaya baca tumbuh kuat, diikuti dengan peningkatan pola pikir kritis dan kualitas sumber daya manusia di daerah. (*/rt1)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatTimor.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.





