iklan

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

IHSG Diproyeksi Masih Tertekan Awal Juni 2026, Investor Pantau Inflasi, Rupiah dan Konflik Timur Tengah

Avatar photo
data IHSG
Ilustrasi IHSG
  • Bagikan

“Di sisi lain, nilai tukar rupiah dan implementasi DHE SDA tahap awal juga menjadi perhatian investor,” tambahnya.

Investor Asing Masih Gencar Jual Saham

Proyeksi pelemahan IHSG melanjutkan tren perdagangan sepanjang periode 25 hingga 29 Mei 2026. Pada pekan tersebut, indeks saham utama Indonesia ditutup melemah 0,56 persen ke level 6.127,381 dari posisi sebelumnya di level 6.162,045.

Scroll kebawah untuk lihat konten
iklan
Mau usaha anda di lihat ribuan orang?  Klik Disini!!!

Meski indeks terkoreksi, aktivitas transaksi di Bursa Efek Indonesia justru menunjukkan peningkatan signifikan. Rata-rata nilai transaksi harian melonjak 30,37 persen menjadi Rp28,38 triliun dibandingkan pekan sebelumnya yang berada di level Rp21,77 triliun.

Kenaikan transaksi turut mendorong kapitalisasi pasar BEI naik 0,88 persen menjadi Rp10.729 triliun dari sebelumnya Rp10.635 triliun.

Baca Juga:
Bapenda TTU Optimistis Target Pajak Daerah Rp34 Miliar Tahun 2026 Tercapai

Namun, aktivitas perdagangan secara frekuensi mengalami penurunan. Rata-rata frekuensi transaksi harian turun 10,87 persen menjadi 2,11 juta kali transaksi dari 2,37 juta transaksi pada pekan sebelumnya.

Sementara itu, rata-rata volume perdagangan harian juga menyusut 15,6 persen menjadi 30,95 miliar lembar saham dibandingkan 36,67 miliar lembar saham pada pekan sebelumnya.

Baca Juga:
Harga Emas Antam Hari Ini 1 Mei 2026 Naik Rp30.000, Berikut Rinciannya

Tekanan terbesar masih datang dari aksi jual investor asing. Pada perdagangan Jumat (29/5/2026), investor asing membukukan nilai jual bersih (net sell) mencapai Rp8,519 triliun.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatTimor.ID

+ Gabung

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *