Diduga Diintimidasi Oknum Anggota DPRD TTU, Dokter Jaga RS Leona Kefamenanu Alami Trauma Berat

ilustrasi dokter
Ilustrasi
  • Bagikan

Diliputi rasa takut dan trauma, dr. Icha memilih mengurung diri di tempat tinggalnya. Khawatir karena korban tidak merespons panggilan telepon, rekan-rekan sejawatnya berinisiatif mendatangi kos dr. Icha pada pukul 19.00 Wita. Mereka menemukan sang dokter dalam kondisi fisik yang sudah sangat lemah sehingga harus dievakuasi ke RS Leona untuk dirawat.

Hingga Jumat (19/6/2026), dr. Icha dilaporkan masih terbaring di ranjang perawatan akibat goncangan psikologis pasca-insiden pembentakan tersebut. Sementara itu, pasien anak korban gigitan ular telah keluar sejak Senin (15/6/2026) atas permintaan keluarga untuk pindah ke RSUD Kefamenanu.

Baca Juga:
Wabup TTU Hadiri HUT Kemerdekaan Timor Leste di Oecusse, Dorong Penguatan Kerja Sama Perbatasan

Keluarga Mengadu ke DPRD, Ketua Dewan Janji Tindak Tegas

Geram dengan perlakukan kasar terhadap tenaga medis, perwakilan keluarga korban yang dipimpin oleh sang paman, Olis Pakaenoni, bersama Viktor Manbait menyambangi Kantor DPRD Kabupaten TTU pada Selasa, 16 Juni 2026.

Kedatangan mereka diterima langsung oleh Wakil Ketua I DPRD TTU Polce Naibesi, Ketua Badan Kehormatan (BK) Maksimus Manehat, serta anggota BK Feliks Anunut. Dalam pertemuan tersebut, pimpinan dewan membenarkan bahwa dua orang yang terlibat merupakan anggotanya, yakni Trens Lasakar (Komisi I) dan Robertus Tubani (Komisi III).

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatTimor.ID

+ Gabung

  • Bagikan
Exit mobile version