Ucapan terima kasih turut disampaikan kepada para camat, lurah, kepala desa dan perangkatnya, tenaga kesehatan, Kelompok Masyarakat Pengelola Swakelola (KMPS), serta seluruh pihak yang telah bergotong royong sehingga program tersebut dapat diserahterimakan kepada masyarakat.
Menurutnya, semangat kebersamaan dan gotong royong harus terus dipelihara karena pembangunan daerah tidak dapat berjalan hanya mengandalkan pemerintah, tetapi membutuhkan partisipasi seluruh elemen masyarakat.
“Semangat kebersamaan dan gotong royong seperti inilah yang harus terus kita pelihara dalam membangun Kabupaten Timor Tengah Utara. Pembangunan tidak akan berhasil jika hanya dikerjakan oleh pemerintah semata, tetapi harus menjadi kerja bersama seluruh masyarakat,” ungkapnya.
Falen Kebo menambahkan bahwa program rumah layak huni bagi keluarga kurang mampu merupakan wujud nyata kepedulian sosial untuk mengangkat martabat sesama.
Ia pun mengajak seluruh masyarakat untuk terus menumbuhkan budaya saling membantu dan tidak menutup mata terhadap saudara-saudara yang masih hidup dalam keterbatasan.
“Jangan menunggu menjadi kaya untuk berbagi, sebab ketulusan hati jauh lebih berarti daripada besarnya pemberian. Jika hari ini kita mampu menguatkan satu keluarga, maka sesungguhnya kita sedang menguatkan kemanusiaan, karena kebaikan yang dibagikan dengan tulus akan selalu menjadi cahaya yang menerangi kehidupan sesama,” tandasnya. (*/rt1)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatTimor.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
