49 Ekor Sapi Mati Mendadak di Desa Tunua TTS, Diduga akibat Hujan Berkepanjangan

sapi mati
Sejumlah ternak sapi milik warga mati mendadak
  • Bagikan

So’E, RakyatTIMOR.ID – Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) melalui Dinas Peternakan mencatat sebanyak 49 ekor sapi milik warga di Desa Tunua mati mendadak dalam beberapa hari terakhir.

Plt Kepala Dinas Peternakan Kabupaten TTS, John Banunaek, mengatakan jumlah tersebut merupakan hasil pendataan dan penelusuran langsung di lapangan berdasarkan laporan masyarakat hingga 29 Juli 2026.

“Total ada 49 ekor sapi mati mendadak di Desa Tunua, Kabupaten TTS,” ujar John Banunaek dalam keterangannya, Kamis (30/7/2026).

Hujan Tiga Hari Diduga jadi Pemicu

Berdasarkan hasil investigasi awal, kematian ternak diduga berkaitan dengan hujan yang mengguyur wilayah tersebut selama tiga hari berturut-turut, mulai Jumat (24/7/2026) malam hingga Senin (27/7/2026) pagi.

Menurut John, sebagian besar ternak mengalami gejala tubuh gemetar, roboh, dan diduga mengalami hipotermia setelah terpapar hujan terus-menerus serta terendam lumpur.

“Gejala dingin dan terendam lumpur karena tidak dipindahkan oleh pemilik,” jelasnya.

Selain milik warga, enam ekor sapi jantan berusia dua tahun milik Yayasan Mitra Tani Mandiri (YMTM) juga dilaporkan mati dengan gejala serupa.

Dusun 3 Paling Banyak Kehilangan Ternak

Dinas Peternakan merinci, dari total 49 ekor sapi yang mati, sebanyak 15 ekor berasal dari Dusun 2, sedangkan 34 ekor lainnya berasal dari Dusun 3 Desa Tunua.

Baca Juga:
Di Hadapan Ribuan Anak GMIT, Johni Asadoma Ungkap Rahasia Sukses Sejak Kecil

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatTimor.ID

+ Gabung

  • Bagikan
Exit mobile version