“Komposisi kimia kopi sangat dipengaruhi oleh proses pengolahan, terutama roasting. Proses ini memicu reaksi Maillard dan karamelisasi yang membentuk cita rasa dan aroma khas kopi,” jelas Widi, dikutip dari laman resmi UGM.
Ia menambahkan, perubahan komposisi tersebut tidak hanya memengaruhi rasa, tetapi juga karakteristik kimia kopi secara keseluruhan. Beberapa senyawa turunan seperti gula alkohol (polyols) memiliki nilai kalori lebih rendah dibanding gula sederhana, namun tetap memberikan kontribusi energi.
Karena itu, manfaat kopi sangat bergantung pada cara pengolahan, penyajian, serta jumlah yang dikonsumsi.
Terkait waktu konsumsi, Widi menyarankan agar kopi diminum pada pagi hingga siang hari untuk membantu menjaga fokus dan performa tubuh. Sebaliknya, konsumsi kopi pada sore hingga malam hari sebaiknya dihindari.
“Konsumsi kopi yang baik adalah pada pagi hingga siang hari, sedangkan pada malam hari dapat mengganggu siklus bangun dan tidur,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa kafein dapat menunda produksi melatonin, hormon yang berperan dalam mengatur ritme sirkadian atau jam biologis tubuh. Akibatnya, kualitas tidur dapat menurun.
Widi juga mengingatkan bahwa kafein tidak hanya terdapat dalam kopi, tetapi juga pada teh. Meski kandungan kafein dalam kopi umumnya lebih tinggi, jumlahnya tetap dipengaruhi oleh jenis bahan, metode penyeduhan, dan konsentrasi.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatTimor.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.






