Topik : 

BREAKING NEWS: Puluhan Siswa di TTS Keracunan Massal, Sudah Dievakuasi ke Puskesmas Panite

siswa keracunan
Puluhan siswa yang mengalami keracunan dirawat di Puskesmas Panite. (Foto: Alonso/RakyatTimor.ID)
  • Bagikan

So’E, RakyatTimor.ID – Puluhan siswa dari dua sekolah di Kecamatan Amanuban Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur, dilaporkan mengalami dugaan keracunan massal, Kamis (30/4/2026) siang.

Insiden darurat ini menimpa siswa SD GMIT Panite 1 dan SMA Negeri 1 Panite. Berdasarkan pantauan di lapangan, para siswa yang mengalami gejala langsung dievakuasi ke UPT Puskesmas Panite untuk mendapatkan penanganan medis.

Baca Juga:
Pemkab TTU Salurkan Bantuan Pukat kepada Enam Kelompok Nelayan Wini, Dorong Produktivitas dan Kesejahteraan

Kondisi di lokasi pelayanan kesehatan dilaporkan padat. Ruang Unit Gawat Darurat (UGD) Puskesmas Panite dipenuhi siswa dengan berbagai keluhan, mulai dari mual, muntah, diare hingga tubuh lemas.

Tim medis saat ini masih melakukan penanganan intensif dan pemantauan ketat terhadap kondisi para korban. Beberapa siswa dilaporkan harus menjalani perawatan lebih lanjut untuk mengantisipasi kondisi yang memburuk.

Di sisi lain, pihak sekolah bersama petugas kesehatan langsung bergerak melakukan investigasi awal guna mengungkap penyebab pasti insiden ini. Namun hingga saat ini, sumber dugaan keracunan masih belum dapat dipastikan.

Peristiwa ini memicu kepanikan dan kekhawatiran di kalangan orang tua siswa. Mereka mendesak pihak sekolah dan pemerintah daerah agar segera mengambil langkah cepat untuk menjamin keamanan konsumsi makanan di lingkungan sekolah.

Baca Juga:
Wabup TTU Hadiri HUT Kemerdekaan Timor Leste di Oecusse, Dorong Penguatan Kerja Sama Perbatasan

Sejumlah orang tua menduga keracunan dipicu oleh makanan yang dikonsumsi siswa, termasuk kemungkinan berasal dari dapur umum program Makan Bergizi Gratis (MBG) di TTS. Meski demikian, dugaan tersebut masih menunggu hasil penyelidikan resmi.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pemerintah daerah maupun pihak berwenang terkait insiden ini. Masyarakat berharap investigasi dilakukan secara cepat, transparan, dan diikuti langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.

Pihak redaksi masih terus mengupdate informasi terbaru dari lokasi kejadian. (rt1)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatTimor.ID

+ Gabung

  • Bagikan
Exit mobile version