“Informasi maupun ajakan dari kelompok manapun yang beredar di media perlu kita filter atau kita saring sebelum kita laksanakan. Kita perlu menjaga agar kita tidak menjadi korban perdagangan orang di Kabupaten Malaka,” katanya.
Ia mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mendukung program pemerintah dalam memberantas praktik perdagangan orang atau human trafficking, baik dari sisi pencegahan maupun perlindungan terhadap korban.
Jalur Resmi Dinilai Lebih Aman
Menurut Pater Hironumimus Moensaku, bekerja ke luar negeri melalui jalur resmi memang membutuhkan proses yang lebih panjang, namun memberikan perlindungan hukum dan jaminan keselamatan yang lebih baik bagi para pekerja migran.
“Mari kita bersama-sama mendukung program pemerintah untuk melindungi warga kita. Jalur resmi memang mungkin lebih panjang, tetapi jauh lebih aman dan terjamin,” pungkasnya.
Meningkatnya kasus pemulangan jenazah PMI non prosedural di Kabupaten Malaka diharapkan menjadi momentum bagi masyarakat untuk semakin sadar akan pentingnya migrasi yang aman, legal, dan prosedural demi menghindari praktik perdagangan orang yang terus mengancam warga NTT. (*/rt1)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatTimor.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
