iklan

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Topik : 

Panen Perdana Lele Bioflok di TTS, Program Pokir DPRD Dorong Ekonomi Warga

Avatar photo
Marthen natonis
Anggota DPRD TTS dari Partai Perindo, Marthen Natonis dan peternak lele. (Foto: Ist)
  • Bagikan

So’E, RakyatTimor.ID Upaya mendorong kemandirian ekonomi masyarakat di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur, mulai menunjukkan hasil nyata. Program budidaya ikan lele dengan sistem bioflok yang diinisiasi anggota DPRD TTS dari Partai Perindo, Marthen Natonis, kini memasuki masa panen perdana.

Program ini merupakan realisasi dana aspirasi atau pokok-pokok pikiran (pokir) tahun 2025 yang menyasar masyarakat di Desa Belle dan Desa Boti, Kecamatan Kie. Dalam program tersebut, dibangun tiga kolam bioflok yang masing-masing diisi sekitar 1.000 ekor benih lele.

Scroll kebawah untuk lihat konten
iklan
Mau usaha anda di lihat ribuan orang?  Klik Disini!!!
Baca Juga:
Pemkab TTU Jalin Kerja Sama dengan Tiga Rumah Sakit di Kupang, Perkuat Layanan Rujukan Pasien

Setelah berjalan sejak Desember 2025, hasil panen tahap pertama mulai dinikmati warga setempat. Marthen Natonis menyebutkan, panen awal masih dimanfaatkan untuk kebutuhan konsumsi masyarakat sebelum dikembangkan menjadi usaha yang lebih produktif.

“Hasil panen awal dimanfaatkan untuk konsumsi masyarakat. Ke depan akan kami dorong menjadi usaha kelompok,” ujarnya, Jumat (24/4/2026).

Ketua Komisi I DPRD TTS itu menjelaskan, budidaya lele dipilih karena relatif mudah diterapkan di wilayah pedesaan. Selain memiliki daya tahan tinggi, ikan lele juga tidak membutuhkan lahan luas serta memiliki siklus panen yang singkat.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatTimor.ID

+ Gabung

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *