Tragis, ODGJ di TTS Tewas Terbakar dalam Kondisi Kaki Terpasung

kebakaran TTS
Petugas Polres TTS lakukan olah TKP. (Foto: Ist)
  • Bagikan

So’E, RakyatTIMOR.ID – Peristiwa kebakaran tragis merenggut nyawa Yustus Nome (41), warga Desa Linamnutu, Kecamatan Amanuban Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur (NTT).

Yustus yang diketahui merupakan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) tewas terbakar di dalam dapur milik keluarganya pada Kamis (20/8/2026) dini hari. Saat ditemukan, kaki kanan korban masih dalam kondisi terpasung.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 03.00 Wita. Agus Taunu (54) menjadi orang pertama yang mengetahui kebakaran setelah mendengar teriakan Disto Ale, warga yang melihat kobaran api membumbung tinggi dari arah rumah dapur korban.

Agus bersama warga kemudian berlari menuju lokasi sambil berteriak meminta pertolongan.

Namun, kondisi bangunan membuat api dengan cepat membesar. Rumah dapur berukuran sekitar 4 x 3,5 meter tersebut diketahui memiliki dinding berbahan bebak atau pelepah gewang dan atap daun gewang yang mudah terbakar.

Ibu Korban Sempat Histeris

Ibunda korban, Penina Suat, sempat histeris dan meminta warga menyelamatkan anaknya.

Namun ketika warga mendekati lokasi, bangunan dapur sudah dilalap api dan sebagian strukturnya telah roboh.

Besarnya kobaran api membuat warga tidak mampu menembus bangunan untuk menyelamatkan Yustus.

Petugas Polres TTS kemudian mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan identifikasi jenazah.

Tim dari Satuan Reskrim dan Unit Identifikasi dipimpin Kasat Reskrim Polres TTS AKP I Wayan Pasek Sujana, didampingi Kapolsek Amanuban Selatan Ipda Fahrurosi.

Dari hasil olah TKP dan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi, polisi menemukan korban dalam kondisi mengalami luka bakar berat di seluruh tubuh.

Yang menyayat hati, posisi kaki kanan korban masih terkunci pada batang kayu gamal yang digunakan sebagai alat pasung.

Polisi Temukan Dua Korek Api di TKP

Petugas turut mengamankan sampel abu dan arang sisa kebakaran serta dua buah korek api gas yang ditemukan dalam kondisi telah meledak di sekitar lokasi kejadian.

Berdasarkan hasil penyelidikan awal, kebakaran diduga berasal dari api yang dinyalakan korban sendiri.

Korban yang diduga sedang mengalami kekambuhan gangguan kejiwaan diperkirakan menyalakan korek api gas hingga api membakar dinding bebak bangunan.

Karena kaki korban dalam kondisi terpasung, Yustus diduga tidak mampu menyelamatkan diri ketika api semakin membesar dan mengepung bangunan.

Gangguan Kejiwaan Dialami Sejak 2012

Adik korban, Yuliana Nome (42), mengatakan Yustus telah mengalami gangguan kejiwaan sejak 2012.

Selama ini korban sempat menjalani perawatan secara berkala di Puskesmas Panite sebelum dirujuk ke RSJ Naimata Kupang.

Kondisinya kembali mengalami kekambuhan sekitar Juli 2026. Saat itu, korban disebut kerap melempari rumah warga dengan batu dan mengamuk ketika tidak diberi rokok.

Kondisi tersebut membuat keluarga mengambil langkah untuk mengamankan korban dengan memasung kaki kanannya menggunakan kayu gamal di area dapur.

Keluarga tetap memberikan makanan dan obat kepada korban selama berada dalam kondisi tersebut.

Keluarga Tolak Otopsi

Hasil Visum et Repertum yang dikeluarkan dokter Puskesmas Noemuke, dr. Kristina Trifirawati Lawung, menyatakan korban mengalami luka bakar di seluruh tubuh serta patah tulang pada lengan bawah kanan.

Dalam pemeriksaan tersebut tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan lain selain luka bakar.

Pihak keluarga menyatakan telah menerima dan mengikhlaskan kematian Yustus. Keluarga juga menolak dilakukan otopsi terhadap jenazah.

Keluarga menganggap peristiwa tersebut sebagai musibah dan menyatakan tidak akan melanjutkan perkara ke jalur hukum.

Akibat kebakaran tersebut, bangunan dapur beserta sejumlah perabotan di dalamnya mengalami kerusakan. Total kerugian materiel diperkirakan mencapai Rp25 juta.

Setelah seluruh proses pemeriksaan dan identifikasi selesai, jenazah Yustus diserahkan kembali kepada pihak keluarga untuk disemayamkan dan dimakamkan. (*/rt1)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatTimor.ID

+ Gabung

  • Bagikan
Exit mobile version