iklan

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Topik : 

Guru dan Pegawai Ikut jadi Korban Keracunan MBG di TTS, Dinkes Lakukan Uji Sampel Makanan

Avatar photo
keracunan
Para korban keracunan mendapatkan perawatan medis di Puskesmas Panite. (Foto: Ist)
  • Bagikan

So’E, RakyatTimor.ID – Sebanyak 43 siswa di Kecamatan Amanuban Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur (NTT), diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi program Makanan Bergizi Gratis (MBG).

Para korban berasal dari SD GMIT Panite dan SMA Negeri 1 Amanuban Selatan. Selain siswa, sejumlah guru dan pegawai juga dilaporkan turut mengalami gejala serupa setelah mengonsumsi makanan tersebut pada Kamis (30/4/2026).

Scroll kebawah untuk lihat konten
iklan
Mau usaha anda di lihat ribuan orang?  Klik Disini!!!
Baca Juga:
Pemkab TTU Jalin Kerja Sama dengan Tiga Rumah Sakit di Kupang, Perkuat Layanan Rujukan Pasien

Tak hanya siswa, sejumlah guru dan pegawai setempat ternyata ikut jadi korban.

Makanan MBG tersebut didistribusikan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pollo yang dikelola Yayasan Atoin Nusa Amasat di Desa Bena, Kecamatan Amanuban Selatan.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten TTS, dr. Carolina Tahun, menyampaikan bahwa seluruh korban telah mendapatkan penanganan medis di Posko BPBD dan Puskesmas Panite.

“Untuk sementara terdapat 43 pasien yang mengalami gejala keracunan makanan, terdiri dari siswa, guru, dan pegawai,” ujarnya.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 27 orang telah dipulangkan setelah menjalani observasi dan menunjukkan kondisi membaik. Sementara itu, 16 pasien lainnya masih menjalani perawatan intensif.

Gejala yang dialami para korban antara lain mual, muntah, pusing, serta gangguan pencernaan. Tim medis terus melakukan pemantauan terhadap kondisi pasien yang masih dirawat.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatTimor.ID

+ Gabung

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *