“Total keseluruhan di Dusun 2 dan 3 sebanyak 49 ekor,” kata John.
Di Dusun 2, beberapa peternak yang kehilangan ternaknya antara lain Paulus Baun, Apris Uki, Lukius Liem, Yakob Baun, dan Okran Naben.
Sementara di Dusun 3, tercatat sedikitnya 20 warga mengalami kerugian akibat kematian ternak, di antaranya Melianus Hana, Martinus Baun, Elisa Fukusa, Yafet Mnune, Yuliana Anin, Marten Banfatin, Danial Faot, Franky Bifel, Sefnat Nomeni, Mikael Hana, Imanuel Lake, Simon Imanuel Sanam, Yohanis Sanam, Zadrak Aplugi, Osias Naben, Yustus Bana, Isak Baun, Demetrius Naben, Neno Naben, serta Gereja Betania Tunua.
Gejala Sapi Tiba-Tiba Roboh
Menurut laporan para pemilik ternak, sapi-sapi yang mati menunjukkan gejala hampir serupa, yakni mengalami kedinginan, gemetar, lalu tiba-tiba roboh setelah terpapar hujan berkepanjangan.
Kondisi tersebut diperparah karena sebagian ternak berada di lokasi yang berlumpur dan tidak segera dipindahkan ke tempat yang lebih aman.
Meski demikian, penyebab pasti kematian ternak masih terus didalami oleh Dinas Peternakan.
Sapi Sudah Pernah Divaksin
John Banunaek menjelaskan bahwa seluruh ternak yang dilaporkan mati sebelumnya telah mengikuti program vaksinasi Septicemia Epizootica (SE) pada November hingga Desember 2025.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatTimor.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










