Ia menambahkan, program magang silang antar-kabupaten ini bukan sekadar pelatihan musiman, melainkan simpul awal untuk membangun jaringan kerja sama regional menuju kawasan pertanian modern yang kompetitif dan berorientasi pasar (market-oriented).
Kolaborasi Multipihak Menuju NTT Mandiri Pangan
Ke depan, Pemerintah Kabupaten TTS berkomitmen penuh untuk terus memperluas pemanfaatan teknologi pertanian dan memperketat standarisasi GAP. Mengingat kompleksitas tantangan pangan, sinergi wajib terus dijalin melibatkan dunia usaha, akademisi, hingga lembaga internasional.
“Mari jadikan kegiatan ini sebagai awal langkah lebih besar membangun NTT yang mandiri pangan, masyarakat lebih sejahtera, serta generasi yang lebih sehat dan bebas stunting,” pungkas Bupati Eduard memotivasi seluruh peserta.
Acara penutupan yang berlangsung khidmat dan produktif ini juga dihadiri langsung oleh Bupati Flores Timur Ir. Anton Doni, perwakilan Badan Gizi Nasional, Kementerian Pertanian, Kementerian Desa PDT, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian P2MI, Duta Besar Republik Federal Jerman untuk Indonesia, serta sejumlah akademisi penunjang riset agrikultur. (rt1)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatTimor.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










