Selanjutnya, Onderafdeling Noord Midden Timor atau wilayah Timor Tengah Utara dibentuk pada 1915 berdasarkan Keputusan BS/Gubernemen Nomor 9-10.
Pembentukan tersebut menjadi salah satu tahapan penting dalam sejarah pemerintahan wilayah yang kemudian berkembang menjadi Kabupaten Timor Tengah Utara.
Belanda Masuk ke Pedalaman Timor
Sebelum terbentuknya Onderafdeling Noord Midden Timor, pemerintah Belanda menghadapi tantangan dalam memasuki wilayah pedalaman Timor.
Perlawanan masyarakat lokal, termasuk kekuatan Raja Sobe Sonbai dan pasukannya, menjadi salah satu faktor yang menghambat upaya penguasaan wilayah pedalaman.
Melalui berbagai strategi, Belanda akhirnya berhasil memasuki kawasan pedalaman Timor Tengah melalui Kapan.
Pada 1907, Belanda mendirikan markas di Oelkunu yang kemudian dipindahkan ke Noetoko pada 1909.
Pemetaan Wilayah Menjadi Dasar Penataan Pemerintahan
Selain membangun pertahanan, pemerintah kolonial melakukan survei dan pemetaan terhadap wilayah yang direncanakan masuk dalam Onderafdeling Noord Midden Timor.
Pemetaan tersebut diselesaikan pada Juni 1911 dan menjadi salah satu bahan dalam proses pengusulan pembentukan wilayah pemerintahan baru.
Setelah Onderafdeling terbentuk, struktur pemerintahan yang lebih rendah kemudian dikembangkan, antara lain landschappen, kefetoran dan ketemukungan.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatTimor.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
