Seminar Sejarah TTU Ungkap Perjalanan Panjang hingga Resmi jadi Kabupaten pada 1958

landmark kota kefa
Landmark Kota Kefamenanu. (Foto: Ist)
  • Bagikan

Struktur tersebut melibatkan para pemimpin pribumi dalam penyelenggaraan pemerintahan lokal.

Dalam catatan sejarah yang dipaparkan, Kau Mauk Manlea dilantik sebagai Kornel Biboki pada 17 Mei 1916 di Sufa.

Kemudian Kahlasi Taolin dilantik sebagai Kornel Insana pada 24 Desember 1916 di Oelolok. Sementara Oenunu Kono dilantik sebagai Kornel Miomaffo pada 10 Oktober 1917 di Noetoko.

Korte Verklaring dan Hubungan dengan Pemerintah Belanda

Ketiga Kornel tersebut secara terpisah menandatangani korte verklaring atau pernyataan pendek yang menjadi kontrak politik untuk tunduk dan setia kepada pemerintah Belanda.

Peristiwa tersebut menjadi bagian dari dinamika hubungan antara pemerintahan kolonial dengan pemerintahan lokal di wilayah Timor Tengah Utara.

Memasuki periode 1920–1921, pemerintah Belanda kembali melakukan survei untuk menentukan lokasi pusat pemerintahan yang dinilai lebih ideal.

Noetoko dinilai memiliki kondisi geografis yang kurang menguntungkan karena berada di antara lembah dan gunung, terutama dari sisi pertahanan dan pengawasan pemerintahan.

Hasil survei kemudian mendorong pemindahan pusat pemerintahan dari Noetoko ke Kefamenanu pada 22 September 1922.

Baca Juga:
BREAKING NEWS: Gempa Magnitudo 5,1 Guncang Kabupaten TTS, BMKG Pastikan Tidak Berpotensi Tsunami

Pusat pemerintahan baru tersebut berada di Kampung Haheun dan kemudian dikenal dengan nama Kefamenanu.

Asal-usul Nama Kefamenanu

Dalam paparan seminar, asal-usul nama Kefamenanu dikaitkan dengan percakapan antara seorang prajurit Belanda dengan penduduk Nuntaen (Oemenu) bernama Mnune Bani.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatTimor.ID

+ Gabung

  • Bagikan
Exit mobile version