Berbagai penampilan ditampilkan, mulai dari kearifan lokal seperti tutur adat (takanab), penggunaan bahasa daerah Uab Meto, paduan suara lagu daerah, hingga pertunjukan kreatif lainnya.
“Kita ingin anak-anak memiliki ruang untuk berekspresi dan percaya diri. Jangan sampai mereka merasa minder hanya karena berasal dari daerah,” ujarnya.
Bupati menambahkan, kegiatan tersebut akan terus digelar setiap tahun sebagai bagian dari upaya membangun karakter sekaligus melestarikan budaya lokal sejak dini.
Lebih jauh, pemerintah daerah juga melihat potensi besar dari kegiatan ini untuk mempersiapkan siswa tampil di ajang yang lebih luas, termasuk tingkat internasional.
“Dengan kegiatan ini, kita bisa melihat potensi anak-anak sejak dini. Ke depan, mereka bisa dilibatkan dalam pameran berskala internasional,” pungkasnya. (*/ttu/rt1)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatTimor.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









