Topik : 

Aparat Desa di TTS Dianiaya Warga Usai Digerebek di Rumah Wanita Bersuami

Reporter : Alonso Editor: Semy
kadus dianiaya
Korban penganiayaan. (Foto: Ist)
  • Bagikan

So’E, RakyatTimor.ID Seorang aparatur pemerintah desa berinisial SB di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur, mengalami luka serius setelah diduga dianiaya warga usai digerebek di rumah seorang wanita bersuami, Kamis (23/4/2026).

Peristiwa tersebut terjadi di rumah milik YT, warga Desa Oepliki, Kecamatan Noebeba. SB diketahui merupakan aparat dusun dari Desa Eno Nabuasa yang masih berada di wilayah kecamatan yang sama.

Keduanya ditemukan berada di dalam rumah YT yang terletak di RT 11, Dusun 2, saat penggerebekan dilakukan oleh warga bersama pihak keluarga.

Kasus ini bermula dari kecurigaan warga terhadap aktivitas SB yang kerap datang ke rumah YT pada malam hari. Kecurigaan semakin menguat setelah warga membuntuti SB hingga masuk ke rumah tersebut dalam kondisi gelap dengan pintu tertutup rapat.

Salah satu warga, Felipus Toislaka, mengaku melihat SB masuk ke rumah YT sekitar pukul 19.00 WITA. Hingga pukul 21.00 WITA, kondisi rumah masih gelap tanpa aktivitas yang terlihat dari luar.

“Dari dalam kamar terdengar suara mencurigakan. Kami panggil, tapi tidak ada jawaban,” ujar Felipus.

Merasa curiga, keluarga YT bersama warga kemudian mendatangi rumah tersebut dan melakukan penggerebekan. Saat pintu dibuka, SB dan YT ditemukan berada di dalam kamar.

Saat dimintai penjelasan, SB diduga panik dan berusaha melarikan diri melalui pintu belakang. Aksi tersebut memicu kemarahan warga yang kemudian mengejar dan menganiaya SB.

Akibat kejadian itu, SB mengalami luka robek di bagian kepala serta patah tulang pada tangan kanan. Sementara YT dilaporkan mengalami luka lebam di bagian mata kanan.

Dari keterangan yang diperoleh, YT mengakui telah menjalin hubungan dengan SB sejak tahun 2024. Ia juga menyebut bahwa SB pernah menjanjikan akan menikahinya sebagai istri kedua.

Insiden ini memicu ketegangan di tengah masyarakat setempat. Untuk mencegah konflik lebih lanjut, aparat kepolisian telah mengamankan kedua pihak.

Saat ini, kasus tersebut masih dalam penyelidikan pihak berwajib guna mengungkap secara jelas kronologi serta kemungkinan pelanggaran hukum yang terjadi. (rnc/rt1)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatTimor.ID

+ Gabung

  • Bagikan
Exit mobile version