iklan

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Jangan Tergiur Tawaran Kerja Ilegal, Pater Deken Ungkap Ancaman Nyata PMI Non Prosedural

Avatar photo
pastor di Malaka
Deken Malaka, Pater Hironumimus Moensaku, SVD
  • Bagikan

Betun, RakyatTimor.ID – Kasus pemulangan jenazah Pekerja Migran Indonesia (PMI) non prosedural asal Kabupaten Malaka, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), dalam tiga tahun terakhir terus meningkat dan menjadi perhatian serius berbagai pihak.

Deken Malaka, Pater Hironumimus Moensaku, SVD, menyampaikan keprihatinan mendalam atas fenomena tersebut. Ia menilai banyak warga masih tergiur tawaran kerja di luar negeri tanpa memahami risiko besar yang mengintai di balik jalur ilegal.

Scroll kebawah untuk lihat konten
iklan
Mau usaha anda di lihat ribuan orang?  Klik Disini!!!

Menurut Pater Deken, tekanan ekonomi keluarga dan minimnya pemahaman masyarakat terkait prosedur resmi menjadi PMI menjadi faktor utama meningkatnya kasus tersebut.

“Kita harus lebih objektif dalam berpikir. Jika ingin bekerja di luar negeri, harus melalui jalur resmi dengan dokumen keimigrasian yang lengkap,” ujar Pater Hironumimus Moensaku, SVD.

Ia mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya pada bujuk rayu oknum tidak bertanggung jawab yang menawarkan pekerjaan dengan janji penghasilan besar namun berujung pada penderitaan, eksploitasi, hingga kematian.

“Mohon kepada semua umat dan masyarakat Kabupaten Malaka untuk selalu menolak setiap ajakan dari oknum yang tidak bertanggung jawab. Jangan cepat mengambil keputusan. Lakukan pengecekan dan klarifikasi terlebih dahulu, terutama terkait tawaran kerja di luar negeri,” tegasnya.

Warga Diminta Waspadai Modus Perdagangan Orang

Pater Deken juga menyoroti pentingnya kemampuan masyarakat dalam menyaring informasi di era digital. Menurutnya, banyak tawaran kerja ilegal kini disebarkan melalui media sosial maupun jaringan informal yang sulit dipantau.

“Informasi maupun ajakan dari kelompok manapun yang beredar di media perlu kita filter atau kita saring sebelum kita laksanakan. Kita perlu menjaga agar kita tidak menjadi korban perdagangan orang di Kabupaten Malaka,” katanya.

Ia mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mendukung program pemerintah dalam memberantas praktik perdagangan orang atau human trafficking, baik dari sisi pencegahan maupun perlindungan terhadap korban.

Jalur Resmi Dinilai Lebih Aman

Menurut Pater Hironumimus Moensaku, bekerja ke luar negeri melalui jalur resmi memang membutuhkan proses yang lebih panjang, namun memberikan perlindungan hukum dan jaminan keselamatan yang lebih baik bagi para pekerja migran.

“Mari kita bersama-sama mendukung program pemerintah untuk melindungi warga kita. Jalur resmi memang mungkin lebih panjang, tetapi jauh lebih aman dan terjamin,” pungkasnya.

Meningkatnya kasus pemulangan jenazah PMI non prosedural di Kabupaten Malaka diharapkan menjadi momentum bagi masyarakat untuk semakin sadar akan pentingnya migrasi yang aman, legal, dan prosedural demi menghindari praktik perdagangan orang yang terus mengancam warga NTT. (*/rt1)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatTimor.ID

+ Gabung

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *