Sementara itu, masyarakat pedesaan di TTS menghadapi tantangan pemenuhan protein hewani keluarga, khususnya pada rumah tangga dengan balita yang mengalami stunting.
Melalui penelitian perendaman bibit rumput laut menggunakan NPK dan penerapan teknologi kolam terpal, Undana berupaya menghadirkan solusi yang relatif aplikatif dan dapat diterapkan langsung oleh masyarakat.
Jika diterapkan secara berkelanjutan, metode perlindungan bibit rumput laut dapat membantu menjaga kualitas hasil panen dan nilai ekonominya.
Di sisi lain, budidaya ikan air tawar di pekarangan dapat memperkuat ketersediaan pangan keluarga sekaligus membuka peluang pendapatan tambahan.
Kedua inovasi tersebut menunjukkan peran perguruan tinggi dalam menghubungkan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat dengan kebutuhan nyata di lapangan.
FPKP Undana mendorong agar inovasi berbasis ilmu kelautan dan perikanan tidak berhenti pada lingkungan akademik, tetapi dapat menjadi solusi bagi penguatan ekonomi masyarakat pesisir, ketahanan pangan keluarga dan upaya penanganan stunting di NTT. (*/rt1)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatTimor.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










