iklan

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Serahkan Kunci Rumah RLH TULUS, Bupati Falen Kebo: Bukan Sekadar Bangunan, tapi Pemulihan Harapan Warga

Avatar photo
bantuan rumah TTU
Bupati Timor Tengah Utara (TTU), Yosep Falentinus Delasalle Kebo dan jajarannya pose bersama penerima rumah di Kelurahan Tubuhue, Kecamatan Kota Kefamenanu, Senin (15/6/2026). (Foto: Kominfo TTU)
  • Bagikan

Kefamenanu, RakyatTIMOR.ID – Bupati Timor Tengah Utara (TTU), Yosep Falentinus Delasalle Kebo, menyerahkan kunci rumah bantuan melalui program Rumah Layak Huni Terima Kunci Plus Sanitasi (RLH TULUS) kepada masyarakat penerima manfaat di Kelurahan Tubuhue, Kecamatan Kota Kefamenanu, Senin (15/6/2026).

Bupati yang akrab disapa Falen Kebo itu menegaskan bahwa program RLH TULUS bukan sekadar menghadirkan bangunan fisik bagi masyarakat kurang mampu, melainkan menjadi simbol pemulihan harapan, penguatan martabat, serta upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Scroll kebawah untuk lihat konten
iklan
Mau usaha anda di lihat ribuan orang?  Klik Disini!!!
Baca Juga:
Polres Malaka Ungkap Kasus Penemuan Tengkorak Manusia di Laenmanen, Tiga Terduga Pelaku Diamankan

Menurutnya, rumah memiliki makna yang sangat penting sebagai tempat keluarga berlindung, ruang bagi anak-anak untuk tumbuh dengan penuh kasih sayang, sekaligus tempat membangun harapan menuju masa depan yang lebih baik.

“Melalui program RLH TULUS ini, pemerintah hadir untuk memastikan masyarakat memiliki hunian yang layak, sehat, aman, dan manusiawi. Kehadiran rumah yang layak bukan hanya meningkatkan kualitas hidup keluarga, tetapi juga menjadi fondasi penting dalam membangun sumber daya manusia yang kuat dan sejahtera,” ujar Falen Kebo.

Ia menegaskan bahwa rumah beserta fasilitas sanitasi yang telah diserahkan kini menjadi hak penuh para penerima manfaat. Karena itu, tanggung jawab untuk menjaga, merawat, dan memanfaatkan rumah tersebut dengan baik berada di tangan masing-masing keluarga.

“Rawatlah bangunan ini sebagaimana kita merawat keluarga sendiri. Jagalah kebersihan lingkungan dan fasilitas sanitasi yang telah dibangun. Gunakan rumah ini untuk menciptakan kehidupan keluarga yang sehat, aman, harmonis, dan produktif agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka waktu yang panjang,” katanya.

Bupati TTU itu juga mengingatkan bahwa rumah bantuan yang telah dibangun wajib ditempati oleh penerima manfaat bersama keluarganya. Rumah tersebut tidak diperkenankan untuk dijual, digadaikan, ataupun disewakan kepada pihak lain.

Selain itu, identitas program, plakat, serta warna rumah yang telah ditentukan diminta untuk tetap dipertahankan sebagai bentuk penghargaan terhadap program pemerintah sekaligus menjadi penanda semangat bersama dalam membangun kesejahteraan masyarakat.

“Saya berharap seluruh penerima manfaat dapat memegang komitmen ini dengan penuh tanggung jawab dan kejujuran,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Falen Kebo juga menyampaikan apresiasi kepada Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (PRKPP) Kabupaten TTU beserta seluruh jajaran yang telah bekerja dengan penuh dedikasi mulai dari tahap perencanaan hingga penyelesaian program RLH TULUS.

Ucapan terima kasih turut disampaikan kepada para camat, lurah, kepala desa dan perangkatnya, tenaga kesehatan, Kelompok Masyarakat Pengelola Swakelola (KMPS), serta seluruh pihak yang telah bergotong royong sehingga program tersebut dapat diserahterimakan kepada masyarakat.

Menurutnya, semangat kebersamaan dan gotong royong harus terus dipelihara karena pembangunan daerah tidak dapat berjalan hanya mengandalkan pemerintah, tetapi membutuhkan partisipasi seluruh elemen masyarakat.

“Semangat kebersamaan dan gotong royong seperti inilah yang harus terus kita pelihara dalam membangun Kabupaten Timor Tengah Utara. Pembangunan tidak akan berhasil jika hanya dikerjakan oleh pemerintah semata, tetapi harus menjadi kerja bersama seluruh masyarakat,” ungkapnya.

Falen Kebo menambahkan bahwa program rumah layak huni bagi keluarga kurang mampu merupakan wujud nyata kepedulian sosial untuk mengangkat martabat sesama.

Ia pun mengajak seluruh masyarakat untuk terus menumbuhkan budaya saling membantu dan tidak menutup mata terhadap saudara-saudara yang masih hidup dalam keterbatasan.

“Jangan menunggu menjadi kaya untuk berbagi, sebab ketulusan hati jauh lebih berarti daripada besarnya pemberian. Jika hari ini kita mampu menguatkan satu keluarga, maka sesungguhnya kita sedang menguatkan kemanusiaan, karena kebaikan yang dibagikan dengan tulus akan selalu menjadi cahaya yang menerangi kehidupan sesama,” tandasnya. (*/rt1)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatTimor.ID

+ Gabung

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *