iklan

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

GMIT Klasis TTU Matangkan Jambore PART, Diikuti 800 Peserta dari Berbagai Klasis

Avatar photo
Klasis TTU
Jambore PART Klasis TTU
  • Bagikan

Kefamenanu, RakyatTIMOR.ID – GMIT Klasis Timor Tengah Utara (TTU) menyatakan kesiapan penuh menjadi tuan rumah Jambore Pelayanan Anak, Remaja, dan Taruna (PART) GMIT Tahun 2026.

Kegiatan yang akan berlangsung selama enam hari ini bukan sekadar ajang pertemuan, tetapi menjadi wadah pembinaan iman, karakter, dan kepemimpinan generasi muda gereja untuk melahirkan pelayan-pelayan masa depan.

Scroll kebawah untuk lihat konten
iklan
Mau usaha anda di lihat ribuan orang?  Klik Disini!!!

Agenda empat tahunan Sinode GMIT tersebut dijadwalkan berlangsung pada 29 Juni hingga 4 Juli 2026 di Kabupaten Timor Tengah Utara dengan menghadirkan ratusan peserta dari berbagai klasis di lingkungan GMIT.

Ketua Majelis Klasis TTU, Pdt. Andreas Nubatonis, mengatakan penyelenggaraan Jambore PART merupakan agenda resmi Sinode GMIT yang menjadi tanggung jawab seluruh warga gereja. Sebagai tuan rumah, pihaknya berkomitmen memberikan pelayanan terbaik agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar.

“Ini merupakan agenda sinodal yang menjadi tanggung jawab seluruh anggota GMIT. Sebagai tuan rumah, kami terus mempersiapkan berbagai kebutuhan agar pelaksanaan kegiatan dapat berjalan dengan baik,” ujarnya.

Persiapan Maksimal demi Kenyamanan Peserta

Panitia telah melakukan berbagai persiapan sejak jauh hari, mulai dari penyediaan akomodasi, perlengkapan kegiatan, hingga koordinasi intensif dengan Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Utara.

Hingga Jumat (26/6/2026), sebanyak 50 dari 57 klasis di lingkungan Sinode GMIT telah mengonfirmasi keikutsertaan. Beberapa klasis mengirimkan lebih dari satu regu sehingga jumlah peserta mencapai 56 regu.

Klasis Alor Tengah Utara dan Klasis Kota Kupang masing-masing mengirimkan dua regu, sedangkan Klasis TTU sebagai tuan rumah menurunkan lima regu.

Peserta dijadwalkan mulai melakukan check-in pada 28 Juni 2026, sementara pembukaan resmi berlangsung pada 29 Juni. Selanjutnya peserta akan mengikuti berbagai kegiatan pembinaan, perlombaan, persekutuan, hingga penutupan pada 4 Juli 2026.

Jadi Momentum Membentuk Pemimpin Gereja Masa Depan

Setiap regu terdiri atas 16 orang yang meliputi 12 peserta kategori anak, remaja, dan taruna, didampingi dua pembina, satu pendeta pendamping, serta Ketua Majelis Klasis.

Peserta berasal dari berbagai wilayah pelayanan GMIT di Nusa Tenggara Timur, kecuali wilayah Sumba dan Sumbawa.

Pdt. Andreas memperkirakan sekitar 800 peserta akan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Sementara pada acara pembukaan diprediksi dihadiri sekitar 1.500 orang, termasuk tamu undangan, panitia, dan jemaat dari gereja-gereja tuan rumah.

Menurutnya, jambore ini menjadi sarana strategis untuk memperkuat pembinaan spiritual sekaligus membentuk karakter dan jiwa kepemimpinan generasi muda GMIT.

Pemkab TTU Beri Dukungan Penuh

Kesuksesan penyelenggaraan jambore juga didukung Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Utara. Majelis Klasis TTU telah beberapa kali melakukan audiensi dengan pemerintah daerah guna memastikan seluruh kebutuhan kegiatan dapat dipenuhi.

Menurut Pdt. Andreas, Bupati dan Wakil Bupati TTU memberikan perhatian serius terhadap pelaksanaan jambore dan siap berkolaborasi dalam berbagai aspek persiapan.

“Pemerintah Kabupaten TTU memberikan atensi yang sangat baik dan siap berkolaborasi untuk mempersiapkan pelaksanaan kegiatan ini sehingga dapat berlangsung dengan sukses,” ungkapnya.

Harapan Besar untuk Generasi PART GMIT

Bagi GMIT Klasis TTU, Jambore PART 2026 memiliki makna yang jauh lebih besar daripada sekadar kegiatan tahunan. Melalui pembinaan rohani, kebersamaan, serta berbagai aktivitas edukatif, para peserta diharapkan bertumbuh menjadi generasi yang beriman, berkarakter, dan siap melayani gereja maupun masyarakat.

“Harapan kami, jambore ini tidak hanya menjadi kegiatan seremonial selama beberapa hari, tetapi menjadi momentum mempersiapkan generasi penerus yang akan melayani dan bertanggung jawab dalam pelayanan GMIT lima hingga sepuluh tahun ke depan,” kata Pdt. Andreas.

Dengan dukungan seluruh warga gereja, panitia, dan Pemerintah Kabupaten TTU, Jambore PART GMIT 2026 diharapkan menjadi tonggak penting dalam mencetak generasi muda GMIT yang tangguh, berintegritas, dan siap menjadi pelayan gereja di masa depan. (*/rt1)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatTimor.ID

+ Gabung

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *