Kefamenanu, RakyatTimor.ID – Tim surveyor dari PT Blue Steel Industries melakukan survei lokasi pengembangan tambak garam di tiga titik berbeda di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat (15/5/2026).
Survei tersebut merupakan tindak lanjut dari penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Pemerintah Kabupaten TTU dan PT Blue Steel Industries yang sebelumnya dilakukan di Batam.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perikanan Kabupaten TTU, Drs. Yohanes Sanak, MA mengatakan, survei dilakukan sebagai langkah awal pemetaan potensi pengembangan industri garam di daerah tersebut.
“Tindak lanjut setelah MoU dan PKS minggu lalu, pihak investor langsung mengirim tim surveyor untuk melakukan pemetaan lokasi tambak garam di TTU,” ujar Yohanes Sanak.
Tiga lokasi yang menjadi sasaran survei yakni Desa Oesoko di Kecamatan Insana Utara, Desa Oebubun di Kecamatan Biboki Moenleu, serta Desa Tuamese di Kecamatan Biboki Anleu.
Menurut Yohanes, Pemerintah Kabupaten TTU mendukung penuh rencana investasi pengembangan tambak garam tersebut karena dinilai mampu membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.
Dalam proses survei, sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD), pemerintah kecamatan, hingga pemerintah desa turut mendampingi tim surveyor di lapangan.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatTimor.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










