“Kami merasa bangga karena disambut dengan sangat baik oleh pemerintah daerah dan masyarakat di TTU,” katanya.
Menurut Prof. Mahfud, TTU memiliki potensi besar untuk pengembangan kawasan tambak dan pergudangan garam, baik dari sisi kualitas air, ketersediaan lahan, maupun dukungan cuaca.
“Daerah ini sangat layak untuk pengembangan industri garam. Tinggal bagaimana pemerintah daerah dan investor benar-benar serius merealisasikannya,” ujarnya.
Selain potensi alam, tim surveyor juga menilai infrastruktur di TTU cukup mendukung karena tersedia akses jalan nasional dan pelabuhan peti kemas yang dapat menunjang distribusi hasil produksi.
“Kami juga melihat sumber daya manusia di sini cukup tangguh. Tinggal dilakukan pelatihan dan sertifikasi agar masyarakat dapat terlibat secara kompeten dalam kegiatan investasi ini,” pungkasnya.
Tim surveyor yang melakukan survei terdiri dari Nike sebagai Ahli Kualitas Fisika Garam, Dr. Firman Farid selaku Ahli Pemetaan, dan Prof. Mahfud Efendy sebagai Ahli Teknologi Sains Pergaraman.
Ketiganya merupakan tim ahli dari Universitas Trunojoyo Madura yang ditunjuk oleh PT Blue Steel Industries untuk melakukan survei dan pemetaan awal pengembangan tambak garam di Kabupaten TTU. (*/rt1)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatTimor.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










