Berdasarkan data jemaat, sebanyak 27 kepala keluarga di Jemaat Biboki Anleu telah menggunakan pupuk organik Eko Enzim pada lahan persawahan mereka sepanjang tahun 2026.
Ia juga menjelaskan bahwa sebagian besar lahan persawahan di wilayah Biboki Anleu merupakan sawah tadah hujan sehingga panen masih dilakukan satu kali dalam setahun akibat keterbatasan sumber air.
Sebelumnya, Bupati TTU Yosep Falentinus Delasalle Kebo, S.IP., M.A., secara resmi melaunching lima merek beras organik lokal berbasis Eco Enzyme pada Selasa (27/5/2025).
Salah satu dari lima merek beras organik tersebut adalah Beras Bi’an yang diproduksi dari persawahan Jemaat GMIT Biboki Anleu hasil binaan Komunitas Eco Enzyme NTT bersama Dinas Pertanian Kabupaten TTU.
Saat ini, Beras Bi’an juga telah bekerja sama dengan sejumlah pertokoan di Kota Kefamenanu, termasuk jaringan Jabal Mart Swalayan, untuk pemasaran dalam bentuk kemasan karung berlabel dengan tetap memperhatikan aspek standarisasi dan sertifikasi produk agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas. (*/rt1)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatTimor.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










