Menurut Chairel, keberhasilan produksi beras organik berbasis Eco Enzyme merupakan hasil dari pendampingan teknis, pelatihan, serta penerapan berkelanjutan di lahan persawahan masyarakat.
“Hasilnya sangat positif karena selain meningkatkan kualitas beras, juga mampu menurunkan biaya produksi,” jelasnya.
Ia menambahkan, penggunaan pupuk organik berbasis Eko Enzim menjadi salah satu solusi menghadapi tantangan perubahan iklim yang berdampak pada sektor pertanian.
Sementara itu, Ketua Majelis Jemaat Biboki Anleu Klasis TTU, Pdt. Hendrina Tamelab, S.Th, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten TTU, khususnya Dinas Pertanian dan para penyuluh pertanian yang telah memberikan pendampingan serta dukungan penyaluran pupuk Eko Enzim secara gratis kepada jemaat.
“Panen simbolis ini menjadi bukti bahwa gereja sedang bergerak untuk mencintai alam dan mencintai tanah melalui gerakan penggunaan pupuk organik,” katanya.
Menurut Pdt. Hendrina, penerapan pupuk organik berbasis Eko Enzim pada musim tanam kedua tahun 2026 berhasil meningkatkan produktivitas panen secara signifikan.
“Tahun ini hasil panen meningkat hingga satu ton lebih bahkan bisa mencapai dua ton dari hasil penggunaan pupuk organik Eko Enzim,” ungkapnya.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatTimor.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










